MTsN 2 Banyumas Kukuhkan Penggalang Baru Melalui Perjusa

Banyumas (Humas) – MTsN 2 Banyumas selenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (Perjusa) yang dirangkai dengan Upacara Pengukuhan Penggalang Baru bagi seluruh siswa-siswi kelas VII. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi momen krusial dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keterampilan kepramukaan bagi murid-murid baru di madrasah tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di halaman depan dan belakang madrasah serta ruang kelas, Sabtu, (27/09/25).

Upacara pembukaan Perjusa digelar dengan khidmat di lapangan belakang madrasah. Kepala Madrasah bertindak langsung sebagai Pembina Upacara, menandai secara resmi dimulainya perjalanan kepramukaan bagi ratusan peserta didik kelas VII. Dalam amanatnya, Kepala Madrasah menekankan bahwa Gerakan Pramuka adalah wadah strategis untuk menanamkan nilai-nilai luhur seperti kerja sama tim, kepemimpinan, dan tanggung jawab sejak dini.

“Perjusa ini bukan sekadar berkemah, melainkan ajang tempa diri untuk menjadi pribadi yang mandiri, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Kalian adalah tunas-tunas muda yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa,” ujar Atik

Kegiatan Perjusa ini merupakan bagian integral dari Kurikulum Pramuka dan menjadi syarat wajib bagi murid kelas VII untuk sah menjadi Pramuka Penggalang Ramu di Gudep MTsN 2 Banyumas.

Selama dua hari, para peserta Perjusa mengikuti serangkaian materi dan kegiatan yang intensif. Kegiatan difokuskan pada penguatan materi kepramukaan dasar, meliputi: Teknik Kepramukaan (Tekpram): Peserta diajarkan keterampilan praktis seperti mendirikan tenda, tali-temali (simpul dan ikatan), serta navigasi peta dan kompas. Materi Kedisiplinan: Melalui kegiatan PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan jadwal yang ketat, kedisiplinan dan kekompakan kelompok diasah secara mendalam. Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan: Disisipkan pula materi tentang Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, serta siraman rohani untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan nasionalisme. Api Unggun dan Pentas Seni: Malam puncak Perjusa dihiasi dengan upacara api unggun yang sarat makna, dilanjutkan dengan pentas seni dari setiap regu, menumbuhkan kreativitas dan keberanian berekspresi.

Puncak dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah Upacara Pengukuhan Penggalang Baru. Prosesi pengukuhan dilakukan dengan nuansa sakral, ditandai dengan penyematan tanda kecakapan dan pelantikan resmi oleh Pembina Pramuka. Momen ini menjadi penanda bahwa murid-murid kelas VII telah resmi beralih status dari Pramuka Siaga menjadi Pramuka Penggalang. Mereka diharapkan mampu mengaplikasikan Dasa Darma dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya di lingkungan madrasah, tetapi juga di masyarakat.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan menambahkan bahwa keberhasilan Perjusa ini adalah hasil kolaborasi antara guru, pembina Pramuka, dan Dewan Ambalan (kakak-kakak kelas) yang bertugas sebagai panitia.

“Semoga bekal yang didapatkan selama Perjusa ini menjadi pondasi karakter yang kuat, menjadikan mereka generasi yang berakhlak mulia, terampil, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutupnya.(Ning/twm)

Bagikan:

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar