BRUS Kemenag Banyumas Jadi Garda Terdepan Cegah Pernikahan Dini di Lingkungan MTsN 2 Banyumas

Banyumas (Humas)– Kementerian Agama Kabupaten Banyumas mengambil langkah strategis dalam perlindungan dan pengembangan generasi muda melalui program prioritas Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS). Bertempat di ruang Multimedia MTsN 2 Banyumas, sebanyak 32 murid MTsN 2 Banyumas mengikuti kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah yang dilaksanakan Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan dibuka oleh Kasi Bimas Islam, H. Agus Setiawan, S.Sos.I. dan Waka Kesiswaan, Tri Hidayat mewakili Kepala MTsN 2 Banyumas, Senin, (20/10/2025).Program ini tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, tetapi secara spesifik didorong untuk menekan angka pernikahan di bawah umur yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, Ibnu Asaddudi dalam sambutannya menekankan bahwa BRUS adalah wujud nyata komitmen institusi dalam mendukung pengembangan profesi remaja. “Program ini menjadi benteng bagi anak-anak kita. Kita ingin remaja Kabupaten Banyumas tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental dan kematangan emosional yang cukup untuk menunda pernikahan dini dan merencanakan masa depan yang lebih baik,” ujar beliau.Melalui sinergi dengan Kantor Urusan Agama (KUA) di lingkup Kemenag Kabupaten Banyumas, program ini diharapkan mampu menjadi alat efektif untuk menekan laju pernikahan di bawah umur. Kepala Seksi Bimas Islam menambahkan, para peserta dibekali materi yang sangat relevan dengan tantangan remaja saat ini. Materi utamanya meliputi: Pengenalan diri sendiri yang disampaikan oleh Firdaus Sa’ad, Self Selection dan Relasi Sosial oleh Hj. Tini Hidayatur Rohmah (Penyuluh Agama Purwokerto Utara), Materi Kesehatan Reproduksi oleh Kepala Puskesmas Tambak, dr. Harry Widiatomo dan Pengelolaan Emosi oleh Amin Supangat (Penyuluh Agama Sokaraja).Bahaya dan Dampak Pernikahan Dini: Dibahas secara mendalam mengenai konsekuensi pernikahan di usia muda dari aspek kesehatan, ekonomi, sosial, dan psikologis. Pentingnya Melanjutkan Pendidikan: Edukasi mengenai hak-hak anak dan remaja serta pentingnya pendidikan sebagai kunci untuk membuka pilihan karier dan masa depan. Kesehatan Reproduksi Remaja: Memberikan pemahaman ilmiah dan etis tentang menjaga kesehatan reproduksi. Secara umum, BRUS bertujuan untuk: mengembangkan bakat dan minat remaja, meningkatkan ketangguhan mental dalam menghadapi masalah, serta menanamkan nilai-nilai agama dan wawasan masa depan.Dengan menggabungkan pemahaman nilai-nilai agama dengan keterampilan hidup praktis dan pengetahuan kesehatan, BRUS berupaya maksimal membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki fondasi moral kuat, tetapi juga mampu menunda gratifikasi demi meraih masa depan yang lebih terencana dan terjamin. (Ning/twm)..

Bagikan:

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar