Lomba Egrang Meriahkan Class Meeting MTsN 2 Banyumas

​Banyumas, (Humas) – Suasana halaman belakang MTsN 2 Banyumas hari ini dipenuhi sorak sorai dan tawa saat para siswa beradu ketangkasan dalam lomba balap egrang. Lomba egrang ini merupakan salah satu mata acara yang paling dinantikan dalam rangkaian kegiatan Class Meeting pasca Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Gasal tahun pelajaran 2025/2026, Selasa (16/12/2025).​Kegiatan Class Meeting ini bertujuan untuk menyegarkan pikiran siswa setelah menjalani ujian serta mempererat tali persaudaraan antar kelas. ​Setiap kelas mengirimkan empat perwakilan terbaiknya untuk berlaga. Lomba egrang tradisional ini tidak hanya menguji kekuatan fisik, tetapi juga keseimbangan, fokus, dan yang terpenting, kekompakan tim. Masing-masing peserta harus berjalan menggunakan dua batang bambu panjang (egrang) menuju garis akhir. Kesulitan bertambah dengan medan yang tidak sepenuhnya rata di halaman belakang madrasah.​”Lomba egrang ini unik, karena kita kembali ke permainan tradisional. Selain seru, ini juga melatih konsentrasi dan kerjasama tim. Kami ingin anak-anak juga mengenal dan melestarikan budaya bangsa di tengah gempuran gadget,” ujar Tri Hidayat selaku Waka kesiswaan saat ditemui dilokasi lomba.​Sejak lomba dimulai, persaingan terlihat sangat ketat. Beberapa peserta terlihat jatuh bangun, mengundang gelak tawa penonton dan teman sekelas yang memberikan dukungan penuh. Namun, semangat sportivitas tetap dijunjung tinggi.​Rangkaian Class Meeting ini diharapkan menjadi penutup semester gasal yang menyenangkan sebelum para siswa memasuki masa liburan.Atik Restusari, selaku Kepala MTs N 2 Banyumas menyampaikan apresiasinya dengan adanya kegiatan ini, “Saya sangat mendukung kegiatan lomba egrang ini, karena egrang adalah permainan tradisional asli Indonesia khususnya Jawa Tengah, dan ini sudah sangat jarang ditemui di sekitar kita. Harapanya adalah semoga seluruh murid MTs N 2 Banyumas dapat mengenal dan memainkan permainan ini agar bisa dilestarikan dan di jaga keberadaannya sebagai warisan kebudayaan Indonesia,” tutur Atik. (Ning/twm)

Bagikan:

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar