MTsN 2 Banyumas Gelar Workshop Review Kurikulum Madrasah TA. 2025/2026

Banyumas (Humas) – Dalam rangka pembekalan guru dalam menghadapi tahun ajaran 2025/2026, MTsN 2 Banyumas gelar kegiatan Workshop Workshop Review Kurikulum Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026. Kegiatan workshop ini dilaksanakan di ruang rapat madrasah pada pukul 07.30-12.00, Sabtu, 12 Juli 2025. Workshop dengan narasumber pengawas madrasah, Siti Muflikhah, S. Ag., M.Pd. diikuti oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 2 Banyumas, Sabtu (12/07/2025).Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Madrasah, Atik Restusari selaku Kamad membuka kegiatan sekaligus memberikan sambutan dengan suasana hangat dan kekeluargaan. Ucapan terima kasih atas kehadiran seluruh GTK di suasana penghujung libur kalender akademik pun tak lupa disampaikan dan motivasi agar seluruh peserta bisa mengikuti dan mengambil inti pembelajaran dari kegiatan workshop ini.”Terima kasih kepada seluruh peserta workshop yang telah hadir meskipun masih suasana libur kalender akademik, kegiatan ini menjadi agenda rutin kita disetiap tahun sebelum memulai pembelajaran tahun ajaran baru maka akan dilaksanakan review Kurikulum madrasah. Hal ini sangat penting Bapak/ibu, karena tahun ajaran baru ini pemerintah mencanangkan Kurikulum baru yaitu Kurikulum Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam/Deep Learning. Mohon ikuti dengan sebaik-baiknya dan bersama-sama pahami pembaruan dari Kurikulum ini,” tutur Atik.Acara dilanjutkan dengan materi oleh narasumber yaitu pengawas madrasah, Siti Muflikhah. Pada penjelasannya, Siti Muflikhah menyampaikan tentang kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Cinta dengan menggunakan pendekatan Deep Learning/Pembelajaran Mendalam. I’ah (nama panggilan akrab) selalu membuka materinya dengan pantun-pabtun yang membuat seluruh peserta menjadi semangat dan suasana cair. “Kurikulum Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Mendalam mempunyai tiga prinsip pembelajaran yaitu berkesadaran, bermakna dan menggembirakan. Ketiga prinsip ini harus ada dalam proses pembelajaran yang Bapak/Ibu laksanakan di dalam kelas. Jangan sampai murid merasa takut/cemas dan tidak bisa memaknai materi yang kita sampaikan. Hal itu berarti Bapak/Ibu belum menerapkan prinsip pembelajaran mendalam” jelas Siti Muflikhah. Selain itu Siti Muflikhah, juga membahas mengenai 8 Dimensi Profil Lulusan pada Pembelajaran Mendalam (PM) yaitu Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan uhan Yang Maha Esa, Kewarganegaraan, Kreativitas, Kemandirian, Komunikasi, Kesehatan, Kolaborasi, Penalaran Kritis. Ke-delapan dimensi ini harus dipahami dan tercermin pada proses pembelajaran mendalam.Selanjutnya review kurikulum madrasah oleh Waka Kurikulum, Sri Indriyati. Pada sesi ini, Sri Indriyati memaparkan review Kurikulum Madrasah sebelum disahkan agar memperoleh masukan dari pengawas madrasah dan seluruh guru.(Ning/twm)

Bagikan:

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar