Momen Haru Warnai Perpisahan Guru Purna Bakti dan Pindah Tugas dengan Seluruh Murid MTsN 2 Banyumas

BANYUMAS (Humas)– Suasana halaman utama MTsN 2 Banyumas pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026 menjadi terasa haru dengan berkumpulnya seluruh civitas akademika, mulai dari jajaran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) hingga ribuan murid, untuk melepas tiga sosok yang telah memberikan dedikasi terbaiknya bagi madrasah. Acara ini digelar dalam rangka pelepasan purna bakti bagi Hj. Dra. Yaniatun (Guru BK), serta perpisahan bagi Hj. Khis Fakhriati (Guru Bahasa Inggris) dan Catur Prabowo (Pesuruh Madrasah) yang akan berpindah tugas. Kegiatan diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan murid yang disampaikan oleh Ketua OSIS MTsN 2 Banyumas Amjad Isna Lutfika (8B). Dalam sambutannya, Amjad menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bimbingan dan kesabaran para guru selama ini.Puncak suasana haru terjadi saat Hj. Dra. Yaniatun memberikan sambutan mewakili rekan-rekan yang purna bakti dan pindah tugas. Dengan suara yang bergetar, beliau menyampaikan pesan terakhirnya di hadapan seluruh murid, “Anak-anakku sekalian, hari ini Ibu berdiri di sini bukan untuk mengucapkan selamat tinggal, melainkan untuk menitipkan harapan. Masa depan madrasah ini ada di pundak kalian. Teruslah menjaga akhlak, karena kepintaran tanpa adab tidak akan membawa keberkahan. Maafkan segala kekurangan kami selama membimbing kalian, dan simpanlah kenangan manis kita sebagai penyemangat belajar,” ujar Dra. Yaniatun.Setelah sambutan, seluruh murid dan GTK membentuk barisan panjang untuk bersalaman secara bergantian. Isak tangis pecah saat para murid menyalami Hj. Khis Fakhriati dan Bapak Catur Prabowo, yang selama ini dikenal sebagai sosok-sosok yang ramah dan membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar sehari-hari.Pihak madrasah menyampaikan bahwa dedikasi ketiga sosok ini telah memberikan warna tersendiri bagi kemajuan MTsN 2 Banyumas. Meski raga tak lagi berada di lingkungan madrasah, jasa dan ilmu yang telah ditanamkan diharapkan tetap menjadi amal jariyah yang tak terputus. Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan pemberian cinderamata sebagai simbol apresiasi atas pengabdian tanpa pamrih yang telah diberikan selama bertahun-tahun.(Ning/twm)

Bagikan:

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar